Permakultur? Apa Itu? Inilah 3 Prinsip Dasar Permakultur

Bagi sebagian orang mungkin masih awam ketika mendengar kata ‘permakultur’ atau yang dalam bahasa inggris disebut ‘permaculture’.

Lalu apa sih permakultur itu?

Dalam bahasa yang sederhana, permakultur adalah sebuah ekosistem kehidupan yang meniru pola alam.

Maksudnya gimana?

Oke, kita mulai dari asal mula istilah permakultur itu sendiri.

Sejarah Permakultur

Kata ‘permaculture‘ berasal dari singkatan permanent agriculture yang kemudian berkembang lebih luas lagi menjadi permanent culture.

Istilah “permaculture” sebagai sebuah metode sistematis pertama kali diciptakan oleh Bill Mollison dan David Holmgren pada tahun 1978.

“Permaculture is a philosophy of working with, rather than against nature; of protracted and thoughtful observation rather than protracted and thoughtless labor; and of looking at plants and animals in all their functions, rather than treating any area as a single product system.”

-Bill Mollison
Rumah dengan halaman yang menerapkan prinsip permakultur
Rumah dengan halaman yang menerapkan prinsip permakultur By Claire Gregory – Own work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=30830880

Oke, sampai sini udah pusing paham gambarannya ya?

Jika mengacu lebih jauh lagi sejarahnya, awal mula terbentuknya istilah tersebut tidak terlepas dari Buku Joseph Russell Smith yang berjudul
Tree Crops: A Permanent Agriculture” tahun 1929. (Sumber : Wikipedia)

Joseph Russell Smith mengambil istilah yang ia sebut sebagai pertanian permanen dalam bukunya.

Pada hasil penelitian mengenai pohon buah dan kacang sebagai tanaman pertanian untuk bahan pangan manusia dan pakan ternak,

Smith melihat dunia sebagai sebuah hubungan secara keseluruhan dan mengusulkan untuk menggunakan sistem campuran kebun pohon dan tanaman pertanian yang bernaung di antara pepohonan.

Permakultur selanjutnya diartikan sebagai cabang ilmu desain ekologis, teknik ekologis, dan desain lingkungan yang mengembangkan arsitektur berkelanjutan dan sistem pertanian swadaya berdasarkan ekosistem alam.

3 Prinsip Dasar / Etika Permakultur

1. Peduli Bumi ( care for the earth )

Bumi menjadi sebuah tempat berlangsungnya kehidupan bagi seluruh mahkluk hidup.

Tanpa bumi yang sehat, makhluk hidup terutama manusia tidak bisa hidup dengan sejahtera.

Permakultur lebih menekankan bekerja dengan meniru sistem alam daripada melawan alam.

Metode-metode yang digunakan dalam permakultur meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan alamiah di muka bumi.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya membeli produk lokal, makan sesuai dengan musim, memilih jalan kaki atau bersepeda dibanding dengan kendaraan bermotor.

Permakultur merupakan sesuatu pilihan yang kita buat tentang bagaimana cara mengelola lahan.

Permakultur bukan tentang melawan pengrusakan habitat kehidupan liar, melawan pengrusakan tanah, air atau atmosfer.

Permakultur adalah desain dan perancangan sistem yang menyehatkan tanpa merusak bumi.

2. Peduli Sesama ( care for the people )

Seluruh manusia membutuhkan akses ke sumber daya yang dibutuhkan agar dapat terus bertahan hidup.

Permakultur membuat sistem penataan bagi sesama manusia dalam mengakses sumber daya tersebut untuk memenuhi kesejahteraan.
Prinsip peduli sesama tidak boleh bertentangan dengan prinsip peduli bumi.

Permakultur merancang kesejahteraan baik individu maupun masyarakat.

Sebagai individu, kita perlu mengembangkan gaya hidup yang harmonis selaras dengan alam sehingga terbentuk masyarakat yang saling menjaga diri, sesama dan lingkungan.

3. Berkeadilan ( Fair share )

Dengan mengatur kebutuhan kita sendiri, kita dapat menyisihkan sumber daya secara bijak untuk melanjutkan prinsip-prinsip di atas.

Juga termasuk mengembalikan limbah ke dalam sistem untuk didaur ulang menjadi berguna.

Etika berkeadilan mencerminkan bahwa kita masing-masing tidak boleh mengambil lebih dari apa yang kita butuhkan sebelum kita menginvestasikan kembali agar menjadi surplus.

Etika berkeadilan melengkapi kedua etika tersebut, yaitu permakultur mengatur pemerataan hasil yang dikonsumsi dan pengembalian ke alam agar bermanfaat bagi kehidupan kini dan mendatang.

Ketiga etika tersebut menekankan pada:

  1. Sumberdaya bumi terbatas.
  2. Sumberdaya bumi harus dibagi kepada sesama makhluk lain.

Permakultur membangun mekanisme berbagi sumberdaya antara sesama manusia, binatang dan tanaman, dengan tidak melalaikan generasi mereka yang akan datang yang akan memerlukan pangan, air dan tempat tinggal sebagaimana kita hari ini.

Itulah sedikit penjelasan tentang apa si permakultur itu dan 3 prinsip dasar dari permakultur.

Buat bahan inspirasimu, coba liat gambar gabar ini. Cakep-cakep ya? siapa tau kamu jadi auto pengen berkebun..!

Nan, kalau udah siap lanjut belajar tentang permakultur, boleh lanjut baca ini ya 12 Prinsip Desain Permakultur dan Pembagian Zonasinya.

Sumber bacaan referesi : wikipedia, bumilangit institut, farming.id dsb.
Sumber Inpirasi gambar : Pinterest.com, pexel.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *